Another Source

Buying A New Car

There are many things that you must consider when buying a new car. Most will have to do with the car itself such as what model to buy- the options you want to add- and the price of the car. However there is one thing that it always pays to check out first- and that is- who are you buying the car from.

CAR INSURANCE FOR LADY DRIVERS

Car insurance companies prefer lady drivers to their gentlemen counterparts because they are considered as much less risky drivers.It is not that the accident rates of ladies are low. They face as many accidents as males do

AUTO LOAN NEW CAR

Is it time to get a new car? Do you want to purchase a new car to replace your current worn down vehicle? If yes is your answer- then you might want to think about your purchase and getting a loan for your new investment

CAR INSURANCE

America has become a culture of cars-SUV's- minivans and sports coupes. With all this traveling in and out- back and forth around the maze that is the United States infrastructure

NEW CAR LEASING TIPS

If you do have an accident with the outside or the inside of the car - you may have to pay for the cost. You will also only be allowed to put on so many miles in your lease period. This is hard for many people that do drive a lot

Tampilkan postingan dengan label Catu Daya. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Catu Daya. Tampilkan semua postingan

Kamis, 02 Februari 2012

Makalah Catu Daya


Mengapa Perlu Grounding??


Grounding

Saat kita bekerja atau bersantai dengan permainan game favorit di rumah dengan menggunakan komputer PC ataupun Notebook, tiba-tiba kita merasakan adanya sengatan listrik saat tangan atau anggota tubuh kita menyentuh bagian metal dari peralatan komputer kita, mungkin tidak akan terasa sakit atau mematikan, tapi kagetnya itu loh membuat kita akhirnya harus extra hati-hati agar tidak menyentuh bagian tersebut.
Instalasi listrik yang baik haruslah memperhatikan masalah listrik statis yang terdapat pada peralatan elektonik, untuk itu perlu adanya grounding yang baik pada instalasi listrik rumah maupun perkantoran.
Apa yang dimaksud dengan Grounding ?
Grounding adalah suatu sistem pengamanan terhadap perangkat-perangkat yang mempergunakan listrik sebagai sumber tenaga, dari lonjakan listrik, petir dll
Instalasi kabel ke tiap catuan harus 3 (kabel) 
1.  Phasa (tegangan AC)
2.  Netral (Grounding dari PLN)
3.  Ground (Kabel yang ada di lokasi meteran PLN)

Kenapa perlu instalasi listrik yang baik ?

Karena bila salah pemasangan system grounding & netral dapat menyebabkan :
·       Kemungkinan fatal terhadap jiwa manusia apabila terjadi hubungan singkat pada salah satu peralatan
·       Masuknya Noice kedalam sistem yang berakibat rusaknya peralatan
·       Masuknya Noice ke dalam sistem yang berakibat terganggunya aliran data yang dapat menyebabkan error di terminal server ataupun printer. 

BERBAGAI MACAM TYPE GROUNDING

Ada beberapa macam cara pembuatan grounding pada instalasi listrik, diantaranya :
Ground Rod, tipe grounding yang terbuat dari kuningan untuk ground yang terhubung ke tanah dan dilengkapi dengan bak control (untuk pengukuran)
Elektroda Pita, system grounding yang menggunakan dasar plat tembaga sebagai elektroda pita yang dihubungkan dengan kabel dengan bak control
Elektroda Plat, system grounding yang menggunakan plat tembaga sebagai elektroda platnya yang dihubungkan dengan kabel ke bak control
Integrasi Grounding



Integrasi Grounding

Integrasi grounding yaitu integrasi dari perangkat ke bar grounding dan integrasi dari bar grounding ke bar grounding lainnya.
Prinsip dari integrasi grounding yaitu :
  1. Kualitas penyambungan antara kabel grounding (BCC) ke perangkat. Penyambungan kabel grounding ke perangkat wajib menggunakan skun. Kabel dikoneksikan ke pole grounding yang tersedia pada perangkat.
  2. Kualitas penyambungan antara kabel grounding (BCC) ke bar grounding. Penyambungan kabel grounding ke bar grounding wajib menggunakan skun dan ring. Sekrup yang digunakan sebaiknya menggunakan bahan tembaga agar tidak mudah berkarat. Jika memungkinkan, sebaiknya kabel grounding dilas menggunakan CADWELD PLUS.
  3. Alur kabel grounding tidak boleh bertumpukan dengan kabel lainnya.
  4. Semakin panjang alur kabel, maka kabel yang digunakan sebaiknya diameter kabel semakin besar. Untuk kabel grounding dari perangkat ke bar grouding pada ONU biasanya berkisar 1-2 meter, maka minimal menggunakan kabel BCC -10 sedangkan untuk kabel grounding antar bar grounding di ONU minimal menggunakan kabel BCC-25.
  5. Semakin besar kabel semakin baik untuk grounding, semakin besar kabel grounding semakin kecil tahanannya. Ingat rumus : R = ρ (Ω mm2/m) x l(mtr)/A(mm2) dengan ρ = resistivitas, l = panjang label, A = luas penampang kabel.
  6. Bar grounding yang terpasang wajib menggunakan isolator, misal isolator antara bar grounding dengan tembok, isolator antara bar grounding dengan rack MDF.
  7. Hasil ukur tahanan penyambungan grounding diusahakan <>
Integrasi grounding pada ONU atau perangkat radio :
  1. Perangkat Radio(IDU)/OLTE/DLC/Rectifier ke bar grounding
  2. Rack MDF/DDF ke Bar Grounding
  3. Back Mount Frame (BMF) LSA Plus ke grounding
  4. Bar Grounding perangkat ke bar grounding utama.
  5. IDU-ODU pada sistem radio
  6. Grounding Kit pada sistem radio yang terkoneksi dengan kabel grounding ODU-IDU, terpasang pada lokasi sbb : Kabel feeder dekat antena,Kabel feeder posisi horizontal dekat dengan posisi vertikal(pada bagian bawah tower),Kabel feeder dekat dengan perangkat, Jika kabel feeder posisi vertikal dipasang dg jarak maksimal antar grounding kit yaitu 60 meter.
  1. Arrester tegangan AC setelah MCB PLN (sebanyak 2 bh baik untuk L maupun N). Yang harus diperhatikan pada PDB yaitu bar untuk Netral dan bar untuk grounding terpisah.
  2. Arrester tegangan DC setelah rectifier.(sebanyak 2 bh, baik untuk (+) maupun (-)). Yang harus diperhatikan pada PDB yaitu bar untuk (+) dan bar untuk grounding terpisah.
Tegangan netral terhadap ground
Standard tegangan netral PLN terhadap ground Vn-g yaitu <> 2 volt maka direkomendasikan menggunakan Isolation Transformer.
       3.    Jenis-jenis Grounding
·         Ground Rod,  tipe grounding yang terbuat dari kuningan untuk ground yang terhubung ke tanah dan dilengkapi dengan bak control (untuk pengukuran).
·         Elektroda Pita, system grounding yang menggunakan dasar plat tembaga sebagai elektroda pita yang dihubungkan dengan kabel dengan bak control
·         Elektroda Plat, system grounding yang menggunakan plat tembaga sebagai elektroda platnya yang dihubungkan dengan kabel ke bak control
Selain itu ada juga yang mengatakan bahwa :
Pada dasarnya ada tiga (3) jenis grounding system, yaitu:

  • Safety ground, ini untuk daya listrik berteganggan tinggi (PLN)
  • Lightning ground, ini untuk menyalurkan petir ke tanah.
RF ground, ini untuk grounding sinyal RF (radio).

Instalasi Grounding

Grounding
Grounding atau pentanahan untuk perangkat ONU sesuai dengan standard Telkom harus mempunyai ukuran <= 1 ohm. 

KWH meter sebaiknya mempunyai pole grounding tersendiri dan terintegrasi ke sistem grounding perangkat.
Yang disebut instalasi grounding, jika melihat gambar di atas yaitu mulai dari bar grounding utama sampai dengan grounding rod (stick grounding). Material instalasi grounding terdiri dari bar grounding, kabel grounding (kabel BC), grounding clamp, grounding rod. Material tersebut harus benar-benar asli tembaga, bukan sepuhan. Sebagai contoh untuk stick grounding, harga material asli tembaga tiga kali lebih mahal dibanding dengan stick grounding yang sepuhan tembaga.
Tinggi rendahnya ukuran tahanan grounding tergantung pada :
  1. Komposisi tanah, Tanah hitam yang banyak mengandung organik biasanya merupakan konduktor yang baik karena memelihara kelembaban dalam tanah. Tanah berpasir mempunyai sedikit kelembaban. Tanah berbatu dan abu volkanik tidak mempunyai kelembaban.
  2. Kelembaban tanah, Semakin lembab tanah maka semakin rendah resistivitas tanah-nya.
  3. Temperatur tanah, Temperatur tinggi dan kering atau temperatur di bawah titik beku dapat menyebabkan resistivitas tanah menjadi tinggi.
Mengingat ukuran tahanan grounding sangat bergantung pada resistivitas tanah maka sebelum instalasi grounding sebaiknya dilakukan test resistivitas tanah. Test resistivitas tanah terdiri dari beberapa metode yaitu metoda 4 pole, metoda 3 pole, dan metoda 2 pole. Metoda 4 pole lebih direkomendasikan karena memiliki tingkat akurasi yang lebih baik.
Metoda 4 pole :
  1. 4 pasak test dipasang dalam garis lurus dengan jarak yang sama dan ditanam dalam tanah dengan kedalaman tidak lebih dari 1/20 jarak antar pasak terdekat. Misal jarak antar pasang 1 meter, maka kedalaman ujung pasak berkisar 5 cm.
  2. Alat ukur grounding terpasang seperti gambar di bawah ini.

 
 P1 dan P2 adalah probe untuk mengukur tegangan drop. Arus konstan dialirkan ke C1 dan C2.
  1. Pilih test DC, dan tulis nilai resistansi R.
  2. Resistivitas tanah (Soil resistivity) dengan syarat kedalaman pasak < a =" jarak" r =" nilai" p =" 191.5" p =" soil">
  3. Agar hasil ukur lebih akurat, maka pengukuran dilakukan dengan : Jarak A untuk 1 arah diukur bervariasi misal mulai dari jarak 1,5 m, 3m, 6m,9m,dst. Arah pengukuran minimal 3 arah.
  4. Pilih arah yang mempunyai resistivitas paling kecil untuk penanaman grounding rod.
Instalasi grounding mempunyai titik kritis sebagai berikut :
  1. Kualitas penyambungan kabel grounding dengan bar grounding. Penyambungan kabel grounding dengan bar grounding sebaiknya tidak menggunakan skun kabel dan sekrup, tapi di-las menggunakan las tembaga. Untuk sistem pengelasan yang mempunyai kualitas baik direkomendasikan menggunakan CADWELD PLUS.
  2. Kualitas penyambungan kabel grounding dengan grounding rod Sama halnya dengan penyambungan kabel grounding dengan bar grounding, sebaiknya disambung menggunakan CADWELD PLUS.
  3. Penanaman kabel grounding Penanaman kabel grounding yaitu kabel yang menghubungkan antara bar grounding dan stick grounding. Kabel grounding tersebut harus ditanam di kedalaman sekitar 70 cm. Kabel grounding yang digunakan minimal menggunakan BC-35. Untuk mendapat hasil grounding yang lebih baik, kabel grounding dapat diselubungi campuran arang dan bubuk semen super konduktif khusus grounding + air misal GEM (Ground Enhanced Material). Penggunaan semen superkodukif ini diperlukan untuk menurunkan tahanan grounding dan memelihara tahanan grounding rendah secara permanen. Tahapan penanaman kabel grounding dengan GEM dapat dilihat pada gambar di bawah ini. 

        4.  Penanaman grounding rod Pangkal Grounding rod atau stick grounding ditanam dikedalaman 15 cm dari permukaan tanah. Grounding rod yang digunakan minimal menggunakan diameter ¾ inchi. Untuk mendapat hasil grounding yang lebih baik, kabel grounding dapat diselubungi campuran arang dan bubuk semen super konduktif khusus grounding + air misal GEM (Ground Enhanced Material). Tahapan penanaman grounding rod dapat dilihat pada gambar di bawah ini.




Catu Daya


       Catu Daya Listrik dalam Sistem Telekomunikasi merupakan sarana pokok yang sangat menentukan hidup / matinya system itu, selalu dituntut kehadirannya. Karenanya sering di katakan catu daya adalah jantunya system telekomunikasi.
Pada setiap perangkat tersebut membutuhkan catu daya. Apabila salah satu perangkat catu dayanya tidak beroperasi  (terputus / rusak ), maka jaringan itutidak akan dapat menunaikan tugasnya sebagai alat penghubung.
Dengan demikian maka perangkat catu daya harus dijaga selalu terpelihara demi kelestarian hubungan telekomunikasi.
Persyaratan system catu daya telekomunikasi :
Syarat- syarat utama untuk catu daya telekomunikasi adalah:
a)    Harus dapat di percaya keandalan dan kelestariannya.
b)    Harus mampu menyediakan arus dan tegangan normal yang diperlukan untuk pesawat telekomunikasi yang di catunya.
c)    Tegangan output harus dapat di atur dalam batas-batasyang di tetapkan untuk pesawat telekomunikasi.
d)    Harus bisa mengamankan secara otomatis terhadap setiap kondisi gangguan.
e)    Dengung ( noise ) yang di timbulkan harus di bawah harga tertinggi yang di tetepkan.
f)     Biaya instalasi, pemeliharaan dan operasi harus dalam batas-batas yang wajar dengan penyesuaian terhadap kondisi-kondisi yang di tetapkan.


INSTALASI
Beban catu daya telekomunikasi dapat di bedakan :
-Beban  yang membutuhkan catuan tenaga listrik arusbolak balik AC dan
-Beban yang membutuhkan catuan tenaga listrik arus searah ( dc )
Sehingga oleh karena itu kita kenal dua macam instalasi catu daya:
-          Instalasi catu daya arus bolak balik ( ac ) dan
-          Instalasi catu daya arus saearah (dc)
1.    Instalasi Catu daya AC terbagi atas 3, yaitu:
a) Instalasi catu daya AC boleh terputus tanpa cadangan
b) Instalasi catu daya AC bisa terputus dengan cadangan.
c) Instalasi catu daya AC tanpa terputus ( no break system ) dengan pencatu-pencatu cadangan.
       2.   Instalasi CAtu Daya DC
            a) Instalasi catu daya DC boleh terputus tanpa cadangan
            b) Instalasi catu daya DC tanpa terputus (no break system) dengan satu macam                                                                                                                                
                 catu cadangan.
            c) Instalasi catu daya DC tanpa terputus dengan 2 macam catu cadangan.






DIESEL GENERATOR SET ( DIESEL-GENSET)

Prinsip kerja Diesel Genset.
Mesin diesel di pergunakan untuk menngerakan rortor generator dan dari statornya menghasilkan output dari generator berupa listrik. Mesin diesel termasuk mesin kalor yaitu mesin dengan menggunakan tenaga panas yang dirubah menjadi gerak. Tenaga panas ini di peroleh melalui proses pembakaran bahan bakar ( solar ) dengan oksigen dari luar. Gas hasil pembakaran tersebut di gunakan untuk menggerakan torak secara gerak translasi. Gerakan translasi dari torak ini di teruskan kebatang penghubung (connecting rod) dengan poros engkol ( crank shaft) sehingga menghasilkan gerak berputar pada poros engkol.
Demikian juga sebaliknya, gerak rotasi deri poros engkol yang di hubungkan oleh batang penghubung dengan torak dapat menghasilkan gerak translasi pada torak.
Generator dapat menghasilkan listrikbila rotor generator yang gulungannya berarus listrik itu di beri input tenaga gerak ( diputar ). Biasanya poros engkol dan rotor di sambungkan secara kopling.
Dengan adanya rotor yang diputar oleh mesin diesel, sedangkan kepala kumparan atau gulungan rotor di berikan arus searah, maka pada pihak stator terbangkit output tegangan bolak balik. Untuk mendapatkan tegangan bolak balik. Untuk mendapatkan putaran dan tegangan yang stabil, di perlukan system governor ( pengaturan putaran ) dan voltage regulator ( pengatur tegangan regulator )yang baik.


Syrat-syarat penggunaan diesel
Untuk mandapatkan mesin diesel sebagai penggerak mula yang baik di perlukan syrat-syarat sebagai berikut:
a)    bahan-bahannya dari logam yang berkualitas baik.
b)    System penyaluran bahan bakar dan bahan bakarnay sendiri ( solar) harus baik mulai dari tangki utama, tangki harian, dalam pompa injeksi (injection pump) sampai masuk dalam pembakaran silinder.
c)    System pelumasan, jenis oli, seluruh system pelumasan silinder harus tepat dan baik.
d)    System pendinginan yang baik, yaitu pendinginan dengan udara maupun dengan air. Pendinginan harus mampu mendinginkan mesin sesuai dengan perencanaannya.
e)    System penyaluran udara yang baik. Udara yang dipergunakan pembakaran bahan bakar dalam silinder harus dalam perbandingan yang tepat, kekurangan udara akan menjadikan mesin beroperasi dengan tida efisien dan tidak awet.
f)     Generator dan perlengkapannya, termasuk pengatur tegangan dan pengatur frekuensi harus baik.
g)    Panel- panel yang berisi rangkaian control, baik untuk control diesel maupun untuk generator harus selalu bekerja normal.
h)   System starter hareus baik, agar mesin selalu siap untuk beroperasi apabila hendak dijalankan.


i)     Alat – alat lainnya harus selalu baik, misalnya : pemutus beban, alat – alat pengaman dan lain – lain.
j)      Terakhir yang terpenting adalah perawatan dan pemeliharaan yang baik ; dengan perawatan yang teratur dan mengerti akan tujuan perawatan tersebut, maka menjadi akrab dengan genset dan terhindarlah segala kerusakan – kerusakan fatal yang menimbulkan kerugian dan pengorbanan besar yang sia – sia.

GENERATOR
Secara garis besar, generator di bedakan 2 macam :
Generator mamakasi sikat ;
1)    pembagian arus bolak-balik.
2)    Pembangkitan arus searah ( tidak dibicarakan ).
Generator tanpa sikat ( brushless )
1)    Generator dengan memakai sikat arang.
Prinsip kerjanya: seikat mjendapat tegangan searah dari sumber searah (VR) mengalir lewat slipring, terus ke gulungan rotor yang di putar.
Pada pihak stator, akan terbangkit tegangan listrik bolak-balik, yang selanjutnya menjadi daya untuk beban.
2)    Generator sikat arang.
Generator ini dinamakan juga brushless generator, disini tidak di jumpai adanya sikat arang, sebagai gantinya digunakan system exciter.


PERLENGKAPAN DIESEL GENSET.
           Terdiri dari :
-          Perlengkaran generator, dan
-          Perlengkapan Diesel.
Perlengkapan penunjang genset, yaitu :
1)    Voltage Regulator
Voltage regulator, yaitu suatu alat yang berfungsi untuk menjaga agar tegangan output dari generator tetap konstan sesuai dengan yangt diinginkan.
2)    Pengatur Putaran
Seperti halnya Voltage Regulator, alat pengatur putaran ( governor) berfungsi untuk mempertahankan putaran mesin agar dalam kecepatan yang tetap.
3)    Indikator-indikator
Indikator-indikator dan segala peralatan-peralatannya, yaitu rele-rele, timer, switch, dan lain-lain dipasang dalam penel control (control aubide).
4)    Alat pengaman berguna untuk
-          mengamankan generator
-          Mengamankan Prime mover ( diesel )
Pengaman generator bertugas mematikan seluruh genset apabila ada hal-hal yang membahayakan generator. Pengaman diesel sam dengan pengaman generator, hanya berbeda dari asal usul gangguan, kalau temperature mesin diesel terlalu panas,



bekerja pengaman diesel. Kalau tegangan generator naik, bekerjalah pengaman generator.
5)    Peralatan Tambahan
Peralatan tambahan yang dimaksud adalah alat-alat yang ikut di pasang pada diesel untuk mengetahui kondisi dari seluruh sistemnya. System-sistem yang ada di dalam diesel biasanya:
-          Sistem bahan bakar
-          Sistem pelumasan
-          Sistem pendinginan
-          Sistem udara masuk
-          Sistem starter, dan lain-lain.
a)    Sistem penyaluran bahan bakar.
-          Bila filter bahan bakar kotor sebaiknya ada tanda / indicator ( alarm )
-          Bila tekanan bahan bakar turun sebaiknya ada tanda / indicator            ( alarm ).
-          Bila bahan bakar dalm tangki harian sampai level ½ jam operasi ada tanda.
-          Dan lain-lain
b)    Sistem Pelumasan.
-          Bila tekanan minyak pelumas turun, sebaiknya timbul alarm
-          Bila tekanan minyak pelumas amat tinggi sebaiknya timbul alarm
-          Bila suhu minyak pelumas tinggi sebaiknya timbul alarm.
-          Dan lain-lain.


c)    Sistem Pendingin
-          Bila suhu air tinggi ( lebih 94 derajat celcius) sebaiknya timbul alarm.
-          Bila level air turun sebaiknya timbul alarm
-          Bila tekanan air kurang sebaiknya timbul alarm.
Untuk mesin-mesin pendingin udara.
-          Bila aliran udara mulai buntu sebaiknya ada alarm.
-          Bila temperature sirip silinder tinggi sebaiknya ada alarm.
-          Dan lain-lain
d)    Sistem Penyaluran Udara Masuk.
-          Bila filter udara mulai buntu sebaiknya ada alarm.
-          Bila temperature udara kurang panas ( saat start) sebaiknya ada alarm.

e)    Sistem Starting
-          Bila motor starter terlampau lama menempel pada flywheel timbul alarm.
-          Bila charger tidak mau mengisi battery sebaiknya timbul alarm.
-          Dan lain-lain
f)     Lain-lain
-          Bila mesin jalan dengan rpm yang rendah, sebaiknya timbul alarm.
-          Bila mesin jalan dengan rpm lebih dari normal (120%) timbul alarm
-          Dan lain-lain.



Pada Area Network (ARNET) Pare-Pare, di gunakan genset 190 KVA sebagai pencatu cadangannya. Adapun cara mengoprasikan Genset 190 KVA apabila outomatis start gagal pada saat PLN jatuh, adalah sebagai berikut:
  1. Putar COS yang ada di depan panel genset (G.C.P 1x190 KVA) tertulis COS dari spidol hitam di putar ke kiri pada posisi “OFF” (pada posisi tengah)
  2. Buka pintu panel genset tersebut kemudian “OFF” kan (turunkan) MCB putih yang tertuliskan spidol hitam mulai dari No. 1 s/d 6 kemudian “ON” kan (naikkan) kembali MCB No. 1 s/d 6.
  3. Putar kembali COS yang ada di depan panel genset ke kanan pada posisi “OUTO”.
  4. Tunggu beberapa detik genset akan “ON” ( operasi).






Konfigurasi Instalasi UPS (Uninteruptible Power Supply)

Uninteruptible Power Supply merupakan system Penyedia daya listrik yang sangat penting dan diperlukan sekaligus dijadikan sebagai benteng dari kegagalan daya serta kerusakan system dan hardware. UPS akan menjadi system yang sangat penting dan sangat diperlukan pada banyak perusahaan penyedia jasa telekomunikasi, Jasa informasi, penyedia jasa internet dan banyak lagi.
Dapat dibayangkan berapa besar kerugian yang timbul akibat kegagalan daya listrik jika system tersebut tidak dilindugi dengan UPS. Fungsi Utama dari UPS adalah :
  1. Dapat Memberikan Energi listrik Sementara ketika terjadi kegagalan daya pada listrik utama (PLN)
  2. Memberikan kesempatan waktu yang cukup kepada kita untuk segera menghidupkan Genset sebagai pengganti PLN
  3. Memberikan kesempatan waktu yang cukup kepada kita untuk segera melakukan back up data dan mengamankan Operating System (OS) dengan melakukan shutdown sesuai prosedur ketika listrik utama (PLN) padam
  4. Mengamankan System komputer dari gangguan-gangguan listrik yang dapat mengganggu System komputer baik berupa kerusakan software,data maupun kerusakan hardware e. UPS secara otomatis dapat melakukan stabilisasi tegangan ketika terjadi perubahan tegangan pada input sehingga tegangan output yang digunakan oleh system komputer berupa tegangan yang stabil
  5. UPS dapat melakukan diagnosa dan management terhadap dirinya sendiri sehingga memudahkan pengguna untuk mengantisipasi jika akan terjadi gangguan terhadap system
  6. User friendly dan mudah dalam installasi
  7. User dapat melakukan kontrol UPS melalui Jaringan LAN dengan menambahkan beberapa accessories yang diperlukan
  8. Dapat diintegrasikan dengan jaringan Internet
  9. Notifikasi jika terjadi kegagalan dengan melakukan setting software UPS management
 Apakah UPS itu??

UPS ( Uninterruptible Power Suplly) adalah suatu peralatan yang berfungsi untuk melindungi (proteksi) beban-beban kritis terhadap gangguan-gangguan listrik.

Jenis-jenis UPS ?? 

1. Off Line (Stand-by UPS)
  •  UPS (inverter) bekerja apabila terjadi fluktuasi tegangan input dan pemadaman listrik. 
  • Tidak ada AVR (Automatic Voltage Regulator).
    Range input rendah.  
  •  Adanya transfer time ( 2 ms ).
    Tegangan output mengikuti tegangan input. 
  •  Bentuk gelombang output STEPWAVE (simulasi gelombang sinus ). 
  •  Lebih dikenal dengan sebutan STAND-BY UPS. 


2. Line Interactive 
  •  UPS (inverter) bekerja pada saat tegangan input telah diluar range UPS dan pada saat adanya pemadaman listrik.
  •  Ada AVR (Automatic Voltage Regulator). 
  •  Range tegangan yang lebar. 
  • Ada transfer time yang sangat cepat. 
  •   Tegangan output yang dihasilkan lebih stabil.
  • Bentuk gelombang output STEPWAVE ( Simulasi gelombang sinus).  
  • Proteksi input dan output yang lebih baik   

3. On Line
  • UPS (Inverter) bekerja selama UPS dioperasikan.  
  •  Tegangan output yang lebih stabil (220 Vac). 
  • Tidak ada transfer time ( 0 ms). 
  • Bentuk gelombang output SINUSOIDA MURNI (Pure Sinewave). 
  •  Adanya jalur BY-PASS 
  •  Proteksi input dan output yang lebih baik. 
  •  Digunakan untuk beban-beban yang sangat sensitif.


 AUTOMATIC VOLTAGE RANGE (A V R)