Buying A New Car
There are many things that you must consider when buying a new car. Most will have to do with the car itself such as what model to buy- the options you want to add- and the price of the car. However there is one thing that it always pays to check out first- and that is- who are you buying the car from.
CAR INSURANCE FOR LADY DRIVERS
Car insurance companies prefer lady drivers to their gentlemen counterparts because they are considered as much less risky drivers.It is not that the accident rates of ladies are low. They face as many accidents as males do
AUTO LOAN NEW CAR
Is it time to get a new car? Do you want to purchase a new car to replace your current worn down vehicle? If yes is your answer- then you might want to think about your purchase and getting a loan for your new investment
CAR INSURANCE
America has become a culture of cars-SUV's- minivans and sports coupes. With all this traveling in and out- back and forth around the maze that is the United States infrastructure
NEW CAR LEASING TIPS
If you do have an accident with the outside or the inside of the car - you may have to pay for the cost. You will also only be allowed to put on so many miles in your lease period. This is hard for many people that do drive a lot
Kamis, 02 Februari 2012
Makalah Catu Daya
Mengapa Perlu Grounding??
Grounding
Kenapa perlu instalasi listrik yang baik ?
BERBAGAI MACAM TYPE GROUNDING
Elektroda Pita, system grounding yang menggunakan dasar plat tembaga sebagai elektroda pita yang dihubungkan dengan kabel dengan bak control
Elektroda Plat, system grounding yang menggunakan plat tembaga sebagai elektroda platnya yang dihubungkan dengan kabel ke bak control
Integrasi Grounding
Integrasi Grounding
- Kualitas penyambungan antara kabel grounding (BCC) ke perangkat. Penyambungan kabel grounding ke perangkat wajib menggunakan skun. Kabel dikoneksikan ke pole grounding yang tersedia pada perangkat.
- Kualitas penyambungan antara kabel grounding (BCC) ke bar grounding. Penyambungan kabel grounding ke bar grounding wajib menggunakan skun dan ring. Sekrup yang digunakan sebaiknya menggunakan bahan tembaga agar tidak mudah berkarat. Jika memungkinkan, sebaiknya kabel grounding dilas menggunakan CADWELD PLUS.
- Alur kabel grounding tidak boleh bertumpukan dengan kabel lainnya.
- Semakin panjang alur kabel, maka kabel yang digunakan sebaiknya diameter kabel semakin besar. Untuk kabel grounding dari perangkat ke bar grouding pada ONU biasanya berkisar 1-2 meter, maka minimal menggunakan kabel BCC -10 sedangkan untuk kabel grounding antar bar grounding di ONU minimal menggunakan kabel BCC-25.
- Semakin besar kabel semakin baik untuk grounding, semakin besar kabel grounding semakin kecil tahanannya. Ingat rumus : R = ρ (Ω mm2/m) x l(mtr)/A(mm2) dengan ρ = resistivitas, l = panjang label, A = luas penampang kabel.
- Bar grounding yang terpasang wajib menggunakan isolator, misal isolator antara bar grounding dengan tembok, isolator antara bar grounding dengan rack MDF.
- Hasil ukur tahanan penyambungan grounding diusahakan <>
- Perangkat Radio(IDU)/OLTE/DLC/Rectifier ke bar grounding
- Rack MDF/DDF ke Bar Grounding
- Back Mount Frame (BMF) LSA Plus ke grounding
- Bar Grounding perangkat ke bar grounding utama.
- IDU-ODU pada sistem radio
- Grounding Kit pada sistem radio yang terkoneksi dengan kabel grounding ODU-IDU, terpasang pada lokasi sbb : Kabel feeder dekat antena,Kabel feeder posisi horizontal dekat dengan posisi vertikal(pada bagian bawah tower),Kabel feeder dekat dengan perangkat, Jika kabel feeder posisi vertikal dipasang dg jarak maksimal antar grounding kit yaitu 60 meter.
- Arrester tegangan AC setelah MCB PLN (sebanyak 2 bh baik untuk L maupun N). Yang harus diperhatikan pada PDB yaitu bar untuk Netral dan bar untuk grounding terpisah.
- Arrester tegangan DC setelah rectifier.(sebanyak 2 bh, baik untuk (+) maupun (-)). Yang harus diperhatikan pada PDB yaitu bar untuk (+) dan bar untuk grounding terpisah.
- Safety ground, ini untuk daya listrik berteganggan tinggi (PLN)
- Lightning ground, ini untuk menyalurkan petir ke tanah.
Instalasi Grounding
Grounding atau pentanahan untuk perangkat ONU sesuai dengan standard Telkom harus mempunyai ukuran <= 1 ohm.
- Komposisi tanah, Tanah hitam yang banyak mengandung organik biasanya merupakan konduktor yang baik karena memelihara kelembaban dalam tanah. Tanah berpasir mempunyai sedikit kelembaban. Tanah berbatu dan abu volkanik tidak mempunyai kelembaban.
- Kelembaban tanah, Semakin lembab tanah maka semakin rendah resistivitas tanah-nya.
- Temperatur tanah, Temperatur tinggi dan kering atau temperatur di bawah titik beku dapat menyebabkan resistivitas tanah menjadi tinggi.
- 4 pasak test dipasang dalam garis lurus dengan jarak yang sama dan ditanam dalam tanah dengan kedalaman tidak lebih dari 1/20 jarak antar pasak terdekat. Misal jarak antar pasang 1 meter, maka kedalaman ujung pasak berkisar 5 cm.
- Alat ukur grounding terpasang seperti gambar di bawah ini.
- Pilih test DC, dan tulis nilai resistansi R.
- Resistivitas tanah (Soil resistivity) dengan syarat kedalaman pasak < a =" jarak" r =" nilai" p =" 191.5" p =" soil">
- Agar hasil ukur lebih akurat, maka pengukuran dilakukan dengan : Jarak A untuk 1 arah diukur bervariasi misal mulai dari jarak 1,5 m, 3m, 6m,9m,dst. Arah pengukuran minimal 3 arah.
- Pilih arah yang mempunyai resistivitas paling kecil untuk penanaman grounding rod.
- Kualitas penyambungan kabel grounding dengan bar grounding. Penyambungan kabel grounding dengan bar grounding sebaiknya tidak menggunakan skun kabel dan sekrup, tapi di-las menggunakan las tembaga. Untuk sistem pengelasan yang mempunyai kualitas baik direkomendasikan menggunakan CADWELD PLUS.
- Kualitas penyambungan kabel grounding dengan grounding rod Sama halnya dengan penyambungan kabel grounding dengan bar grounding, sebaiknya disambung menggunakan CADWELD PLUS.
- Penanaman kabel grounding Penanaman kabel grounding yaitu kabel yang menghubungkan antara bar grounding dan stick grounding. Kabel grounding tersebut harus ditanam di kedalaman sekitar 70 cm. Kabel grounding yang digunakan minimal menggunakan BC-35. Untuk mendapat hasil grounding yang lebih baik, kabel grounding dapat diselubungi campuran arang dan bubuk semen super konduktif khusus grounding + air misal GEM (Ground Enhanced Material). Penggunaan semen superkodukif ini diperlukan untuk menurunkan tahanan grounding dan memelihara tahanan grounding rendah secara permanen. Tahapan penanaman kabel grounding dengan GEM dapat dilihat pada gambar di bawah ini.
Catu Daya
a) Instalasi catu daya AC boleh terputus tanpa cadangan
- Putar COS yang ada di depan panel genset (G.C.P 1x190 KVA) tertulis COS dari spidol hitam di putar ke kiri pada posisi “OFF” (pada posisi tengah)
- Buka pintu panel genset tersebut kemudian “OFF” kan (turunkan) MCB putih yang tertuliskan spidol hitam mulai dari No. 1 s/d 6 kemudian “ON” kan (naikkan) kembali MCB No. 1 s/d 6.
- Putar kembali COS yang ada di depan panel genset ke kanan pada posisi “OUTO”.
- Tunggu beberapa detik genset akan “ON” ( operasi).
Konfigurasi Instalasi UPS (Uninteruptible Power Supply)
Dapat dibayangkan berapa besar kerugian yang timbul akibat kegagalan daya listrik jika system tersebut tidak dilindugi dengan UPS. Fungsi Utama dari UPS adalah :
- Dapat Memberikan Energi listrik Sementara ketika terjadi kegagalan daya pada listrik utama (PLN)
- Memberikan kesempatan waktu yang cukup kepada kita untuk segera menghidupkan Genset sebagai pengganti PLN
- Memberikan kesempatan waktu yang cukup kepada kita untuk segera melakukan back up data dan mengamankan Operating System (OS) dengan melakukan shutdown sesuai prosedur ketika listrik utama (PLN) padam
- Mengamankan System komputer dari gangguan-gangguan listrik yang dapat mengganggu System komputer baik berupa kerusakan software,data maupun kerusakan hardware e. UPS secara otomatis dapat melakukan stabilisasi tegangan ketika terjadi perubahan tegangan pada input sehingga tegangan output yang digunakan oleh system komputer berupa tegangan yang stabil
- UPS dapat melakukan diagnosa dan management terhadap dirinya sendiri sehingga memudahkan pengguna untuk mengantisipasi jika akan terjadi gangguan terhadap system
- User friendly dan mudah dalam installasi
- User dapat melakukan kontrol UPS melalui Jaringan LAN dengan menambahkan beberapa accessories yang diperlukan
- Dapat diintegrasikan dengan jaringan Internet
- Notifikasi jika terjadi kegagalan dengan melakukan setting software UPS management
Jenis-jenis UPS ??
1. Off Line (Stand-by UPS)
- UPS (inverter) bekerja apabila terjadi fluktuasi tegangan input dan pemadaman listrik.
- Tidak
ada AVR (Automatic Voltage Regulator).
Range input rendah. - Adanya
transfer time ( 2 ms ).
Tegangan output mengikuti tegangan input. - Bentuk gelombang output STEPWAVE (simulasi gelombang sinus ).
- Lebih dikenal dengan sebutan STAND-BY UPS.
2. Line Interactive
- UPS (inverter) bekerja pada saat tegangan input telah diluar range UPS dan pada saat adanya pemadaman listrik.
- Ada AVR (Automatic Voltage Regulator).
- Range tegangan yang lebar.
- Ada transfer time yang sangat cepat.
- Tegangan output yang dihasilkan lebih stabil.
- Bentuk gelombang output STEPWAVE ( Simulasi gelombang sinus).
- Proteksi input dan output yang lebih baik
3. On Line
- UPS (Inverter) bekerja selama UPS dioperasikan.
- Tegangan output yang lebih stabil (220 Vac).
- Tidak ada transfer time ( 0 ms).
- Bentuk gelombang output SINUSOIDA MURNI (Pure Sinewave).
- Adanya jalur BY-PASS
- Proteksi input dan output yang lebih baik.
- Digunakan untuk beban-beban yang sangat sensitif.
AUTOMATIC VOLTAGE RANGE (A V R)
















