Another Source

Jumat, 03 Februari 2012

Instalasi Kabel Serat Optik


6.1       Umum


Prinsip instalasi kabel serat optik tidak berbeda dengan instalasi kabel tembaga, namun ada hal-hal khusus dalam instalasinya seperti penyediaan slack kabel yang cukup untuk setiap titik sambungan maupun terminasi, kehati-hatian dalam penarikan karena kabel serat optik rawan terhadap tekukan (maksimum bending radius adalah 20 kali diameter kabel) serta penyedian alat sambung dan toolkit khusus untuk penyambungan kabel serat optik.

Diameter dan berat kabel serat optik lebih kecil daripada kabel tembaga sehingga panjang span dalam satu kali penarikan dapat lebih panjang dan menghemat alat sambung, maka untuk mengurangi gesekan dari rute yang dilalui terhadap kabel serat optik diperlukan kabel rol (cable reel)  pada saat penarikan kabel tersebut.

Agar instalasi kabel teratur, maka kabel serat optik yang akan dipasang harus memenuhi spesifikasi teknis yang telah dikeluarkan TELKOM dan dipergunakan sesuai dengan fungsinya sesuai konfigurasi berikut :

Untuk menjaga kelancaran instalasi kabel serat optik, maka surat ijin dari PEMDA mutlak diperlukan sebelum pekerjaan instalasi dimulai.

Spesifikasi teknis kabel serat optik yang dikeluarkan TELKOM adalah :

a.    STEL QA - K - 015
       Technical Specification Single Mode Jelly Filled Loose Tube Optical Fibre Cable For Duct Application.

b.    STEL QA - K - 016
       Technical Specification Single Mode Jelly Filled Loose Tube Optical Fibre Cable For Direct Burried Application.

c.    STEL QA - K - 017
       Technical Specification Single Mode Jelly Filled Loose Tube Optical Fibre Cable For Aerial Application.

d.    STEL QA - K - 018
       Technical Specification Single Mode Tight Buffered Optical Fibre Cable For Indoor Application.

6.2       Persiapan pemasangan


a.    Sebelum peralatan dan material dikirim ke lapangan perlu dipertimbangkan hal-hal sebagai berikut :
-      Posisi peletakkan haspel dan alat penarik kabel.
-      Kondisi trafik lalu lintas, prioritaskan pada jalan yang tidak macet.
-      Kondisi ruang kerja dan kemudahan bagi lalu lintas petugas dan material.
-      Kemudahan pemasangan alat bantu penarikan kabel.
-      Kemampuan alat penarik kabel (Winching Equipment).

b.    Faktor keselamatan kerja yang perlu diperhatikan :
-      Pasang rambu-rambu lalu lintas yang diperlukan untuk melindungi lokasi kerja dari gangguan kendaraan.
-         Gunakan pakaian dan perkakas kerja yang sesuai termasuk helm selama bekerja, khusus bila bekerja di tiang gunakan sabuk pengaman. 
-      Untuk pekerjaan di manhole, periksa manhole tersebut terhadap bahaya gas beracun dan mempunyai ventilasi/ sirkulasi udara yang cukup, selama bekerja ruangan manhole tidak boleh merokok.
-         Gunakan lampu penerangan bila kondisi didalam manhole gelap, perhatikan kabel listrik yang mencatu lampu tersebut agar tidak terinjak atau kena stroom.
-      Jaga komunikasi antar petugas instalasi dengan bantuan handy talkie atau sarana lain pada saat penarikan kabel.
-         Haspel habis pakai maupun yang masih berisi sub-duct/ kabel serat optik harus diamankan agar tidak menggelinding.
-         Atur parkir kendaraan agar asapnya tidak masuk kedalam manhole

6.3       Instalasi Kabel Duct


6.3.1    Persiapan/ Rodding Duct
Rodding Duct dilaksanakan untuk memastikan bahwa pipa duct yang akan dipakai untuk penggelaran sub duct maupun kabel serat optik dalam kondisi baik dan bebas dari kotoran.

Adapun persyaratannya adalah sebagai berikut :
a.      Dalam hal membuka maupun menutup tutup manhole gunakan katrol yang sesuai dengan berat dari tutup manhole tersebut.

b.      Bila manhole tergenang air gunakan pompa air untuk menguras air tersebut, air buangan/ lumpur dari pompa tidak boleh dibuang ke jalan tetapi disarankan dibuang ke parit.

c.      Pipa duct yang akan dipakai harus berada pada jalur yang sama dalam satu rute duct.

d.      Pipa duct harus dipilih mulai posisi paling pinggir (disesuaikan dengan rute) dan paling atas. Bila pipa duct yang dipilih rusak/ ngeblok dan tidak dapat diperbaiki lagi maka dipilih pipa duct sebelahnya.

e.      Pemasangan tali pemancing pada duct (rodding duct) dengan berbagai macam cara yang dapat dipilih :
-      Peniupan parasut.
-      Penghisapan.
-      Dengan Stik (pipa).
-      Roader.

f.       Pembersihan dan pemeriksaan pipa duct dengan cara :
       -    Konvensional (Sikat Baja dan Mandril).
       -    Modern (Kamera Pipa dan Water Jet).

g.      Pada saat pengiriman ke lokasi pemasangan, sub duct maupun kabel serat optik yang akan dipasang harus berada pada haspel/ gulungan yang tertutup dan sesuai dengan peruntukkan manhole.

h.      Pada saat pemasangan sub duct, haspel dapat diletakan diatas trailer kemudian tarik dengan kendaraan, atau haspel ditempatkan didekat manhole dengan mempergunakan dongkrak (flexible hause) kemudian ujung sub-duct/ kabel serat optiknya yang ditarik.

i.        Pada saat membuka tutup haspel laksanakan dengan hati-hati agar sub-duct/ kabel serat optik didalamnya tidak rusak, lalu bersihkan paku yang menancap dan material sebelum sub duct/ kabel lainnya agar tidak membahayakan dan tidak mengganggu putaran haspel.


6.3.2    Pemasangan sub-duct

a.      Ukur panjang sub-duct yang akan dipasang sesuai dengan panjang rute duct dan dipasang span per span dimana ujung sub duct tepat di bibir lubang/pipa duct kemudian diklem, seperti gambar berikut :

b.      Penarikan dapat dimulai dari awal/ tengah/ akhir dari rute duct dengan memperhatikan kondisi lalu lintas pada saat itu, posisi sub-duct dalam manhole harus satu jalan (pada duct yang sama) agar sub-duct tidak saling menyilang.

c.      Celah antara pipa sub-duct dengan pipa duct dengan harus ditutup dengan duct seal sedemikian rupa sehinggan air tidak masuk kedalam pipa duct, begitu pula pipa sub duct yang tidak terpakai.

d.      Semua pipa duct yang akan dipakai kabel serat optik harus dipasang sub-duct, jumlah kabel serat optik yang dipasang pada 1 (satu) pipa sub duct maksimum 1 (satu) buah.

e.      Alat penarik harus cukup kuat untuk menarik sub duct maupun kabel duct dan ditempatkan sedemikian rupa dekat manhole agar tension (tegangan tarik) yang bekerja seminim mungkin.

f.       Tali penarik harus cukup kuat dan tidak boleh putus, untuk itu disarankan menggunakan tali penarik yang terbuat dari serabut kawat baja. Sedangkan untuk tali pemancing diperbolehkan menggunakan tali plastik.

g.      Untuk mengurangi gesekan pada saat penarikan sub duct maupun kabel duct maka penarikan tidak boleh terlalu cepat dan jalur yang dilalui harus diberi gemuk.

h.      Pemasangan kabel rol (cable reel) adalah pada rute duct yang membelok tajam dan  pada awal dan akhir manhole seperti berikut :
Gambar 6.3  Tampak atas pemasangan kabel rol

i.        Agar dalam penarikan tidak merusak sub duct maka ujung sub duct harus dipasang kabel grip/ pulling eye dan agar tidak melintir pada sub-duct alat anti pullir alat (swivel ).

j.        Gunakan kabel guide untuk memasukkan sub-duct ke pipa duct dan gunakan intermediate puller (penarik antara) pada duct antara.

k.      Tenaga penarik ditentukan berdasarkan panjang rute sebagai berikut :
-      Tenaga manusia semuanya untuk rute duct jarak pendek.
-      Tenaga manusia dan alat bantu penarik (tirfor) untuk rute duct jarak sedang.
-      Dengan winch truk/ pulling machine untuk rute duct jarak jauh, pulling force minimum adalah 2000 Newton.

l.        Untuk memperlancar jalannya penarikan di dalam pipa duct dan manhole, maka perlu petugas pengawas dan handy talkie ditempat-tempat yang diperlukan.

m.    Pekerjaan penarikan harus dilaksanakan secara hati-hati untuk menghindari terjadinya kerusakan pada alat penarik, sub-duct dan tidak menimbulkan kecelakaan kerja.

n.      Sub-duct yang baru dipasang di dalam pipa duct sebaiknya dibiarkan dahulu minimal 1 (satu) hari setelah penarikan dengan maksud menormalisasi material sub-duct sebagai akibat penarikan.

o.     Sub-duct sebaiknya diletakkan disebelah kiri atau kanan dekat dinding manhole dan menumpang pada besi bearer yang ada sehingga bagian tengah manhole ada ruang kosong untuk kerja.

p.     Sub-duct yang baru dipasang atau belum digunakan harus ditutup dengan stopper agar air atau lumpur tidak masuk kedalam pipa sub-duct.

q.     Bila rute duct banyak belokan maka haspel diletakkan sedekat mungkin dengan lokasi belokan dengan maksud mengurangi beban alat penarik.

6.3.3    Pemasangan kabel duct
           
a.      Slack atau spare kabel disediakan pada kondisi sebagai berikut :
·         Pada lokasi sekitar lokasi manhole terdapat demand yang cukup tinggi sehingga ada rencana pengembangan dikemudian hari.
·         Pada lokasi sambungan/ pencabangan.
·         Pada manhole belokan dari rute duct yang tidak lurus.
Panjang slack/ spare disediakan sepanjang 10 (sepuluh) meter atau masing-masing sepanjang 5 meter pada setiap ujung kabel  pada saat penyambungan.

b.      Slack atau spare kabel digulung dan diikat di dinding manhole pada dudukan besi yang tersedia, besarnya radius gulungan adalah minimum sebesar 20 D (D = Diameter kabel)

c.      Penarikan dapat dimulai dari awal/ tengah/ akhir rute duct dengan memperhatikan kondisi lalu lintas pada saat itu, atur kabel serat optik sedemikian rupa agar ujungnya tidak ditengah duct.

d.      Posisi kabel dalam manhole harus didalam pipa sub duct yang sama dan satu jalan agar kabel tidak saling menyilang.

e.      Alat penarik harus cukup kuat untuk menarik kabel dan ditempatkan sedemikian rupa dekat manhole agar tension (tegangan tarik) yang bekerja seminim mungkin.

f.       Untuk menghindari banyaknya gesekan pada kabel oleh benda yang dilaluinya dalam penarikan sub duct tidak boleh terlalu cepat dan bila perlu dapat menggunakan roda jalan (roller).

g.      Tali penarik harus cukup kuat dan tidak boleh putus untuk itu disarankan menggunakan (kawat serabut baja), sedangkan untuk tali pemancing yang dimasukkan terlebih dahulu kedalam pipa duct diperbolehkan menggunakan tali plastik.

h.      Agar dalam penarikan tidak merusak sub duct maka ujung sub duct harus dipasang kabel grip/ pulling eye dan agar tidak melintir pada sub-duct alat anti pullir alat (swivel ).

i.        Gunakan kabel guide untuk memasukkan kabel serat optik ke pipa duct dan gunakan intermediate puller (penarik antara) pada duct antara.

j.        Cara pemasangan kabel serat optik di duct dapat dilakukan dengan berbagai cara tergantung teknologi yang dipilih yaitu :
-      Manual, yaitu dengan tenaga manusia umumnya untuk rute duct/ jarak pendek.
-      Semi Otomatis, yaitu tenaga manusia dibantu alat penarik (Tirfor) umumnya untuk rute duct/ jarak sedang.
-         Otomatis, yaitu dengan winch truk/ pulling machine umumnya untuk rute duct/ jarak jauh, pulling force minimum adalah 2000 Newton.
-         Modern, yaitu dengan cara ditiup dengan kompressor (air blown).

k.      Untuk memperlancar jalannya penarikan di dalam pipa duct dan manhole, maka perlu petugas pengawas dan handy talkie ditempat-tempat yang diperlukan.

l.        Pekerjaan penarikan harus dilaksanakan secara hati-hati untuk menghindari terjadinya kerusakan pada alat penarik, kabel serat optik dan tidak menimbulkan kecelakaan kerja.

m.    Kabel serat optik yang baru dipasang di dalam pipa duct sebaiknya dibiarkan dahulu minimal 1 (satu) hari setelah penarikan dengan maksud menormalisasi perubahan material serat optik sebagai akibat penarikan.

o.      Kabel serat optik sebaiknya diletakkan disebelah kiri atau kanan dekat dinding manhole dan menumpang pada besi bearer yang ada sehingga bagian tengah Manhole ada ruang kosong untuk kerja.

p.      Pada saat penarikan perlu diperhatikan bending radius (radius tekukan), bending radius minimum 20 x diameter kabel.

q.      Bila rute duct banyak belokan maka haspel diletakkan sedekat mungkin dengan lokasi belokan dengan maksud mengurangi beban alat penarik.

q.    Penempatan kabel serat optik didalam sub duct diatur sebagai berikut dengan asumsi jumlah pipa/ lubang sub-duct 3 (tiga) buah untuk 1 (satu) pipa duct, kecuali bila pada manhole tersebut terdapat pencabangan, sub-duct dapat dipilih dari pipa duct yang berbeda :

Kabel serat optik ke :
Sub-duct lubang no :
Pipa duct no :
1
1
1
2
2
1
3
3
1
4
1
2
5
2
2
dst.
dst.
dst.


r.       Pipa duct berisi kabel yang menuju ke gedung harus dilengkapi dengan seal untuk menghindari gangguan dari binatang pengerat atau serangga.

s.      Setiap kabel yang dipasang harus dilengkapi dengan label yang menerangkan jenis kabel dan nama proyeknya.

6.4       Instalasi Kabel Tanam Langsung


6.4.1    Persiapan pemasangan kabel tanam langsung

a.      Persiapkan alat dan bahan sebagai berikut :
-      Alat untuk penggalian seperti cangkul, belincong dan sejenisnya untuk penggalian alur kabel.
-      Alat bor horizontal untuk lokasi yang tidak boleh digali seperti menyebrang jalan tol, jalan kereta api dan sejenisnya.
-      Alat untuk menaikan kabel keatas truk seperti tali dan papan peluncur atau katrol atau fork lift atau truk khusus yang dapat menaikan, menurunkan, mengangkut kabel dan sebagai jack drum.
-      Alat untuk penarikan kabel seperti dongkrak haspel, alat penarik kabel, rambu-rambu lalu lintas dan alat pengaman lainnya.
-      Batu pelindung kabel yang ditanam (deskteen).
-      Alat pangangkut personil dan material.
-         Alat komunikasi (handy Talkie).
-         Pilar pengaman.
-         Alat pemotong hotmix.
-         Label kabel.
b.      Buat galian di pinggir jalan/ trotoar sedalam ± 70 cm atau sesuai peraturan PEMDA setempat dengan lebar galian bagian atas ± 50 cm dan bagian bawah ± 30 cm, tanah galian tidak boleh berserakan ke jalan.

c.      Galian yang memotong jalan atau pintu masuk rumah penduduk harus segera ditimbun karena dapat mengganggu lalu lintas orang/ kendaraan, dan galian yang belum dipasang kabel harus diberi pilar pengaman (gambar 6.3) sepanjang rute galian.

d.      Lubang tempat penyambungan kabel digali dengan ukuran sesuai radius putaran kabel slack/ spare dengan kedalaman sama dengan kedalaman galian alur kabel.

e.      Setelah alur galian kabel dibuat dengan kedalaman tertentu, kemudian dasar galian tersebut diisi dengan pasir urug setebal 5 cm.

f.       Pada saat pengiriman ke lokasi pemasangan, kabel serat optik yang akan dipasang harus berada pada haspel/ gulungan yang tertutup dan sesuai dengan peruntukkannya (sesuai gambar rencana).

g.      Pada saat pemasangan kabel, haspel dapat diletakan diatas trailer kemudian tarik dengan kendaraan, atau haspel ditempatkan di suatu tempat dengan mempergunakan dongkrak (flexible hause) kemudian ujung kabel serat optiknya yang ditarik

h.      Pada saat membuka tutup haspel laksanakan dengan hati-hati agar kabel serat optik didalamnya tidak rusak, lalu bersihkan paku yang menancap dan material lainnya sebelum kabel dikeluarkan agar tidak membahayakan dan tidak mengganggu putaran haspel.

6.4.2    Pemasangan kabel tanam langsung
           
a.      Slack atau spare kabel disediakan pada kondisi sebagai berikut :
·         Pada lokasi sekitar rute kabel terdapat demand yang cukup tinggi sehingga ada rencana pengembangan dikemudian hari.
·         Pada lokasi sambungan/ pencabangan.
Panjang slack/ spare disediakan sepanjang 10 (sepuluh) meter atau masing-masing sepanjang 5 meter pada setiap ujung kabel  pada saat penyambungan.

b.      Untuk lokasi yang ada sambungan/ pencabangan maupun slack kabel serat optik maka diatas permukaan tanah dari sambungan kabel tersebut dibuat patok dari beton, dengan maksud untuk memudahkan pencarian letak sambungan/ pencabangan/ slack.

c.      Slack dari sambungan/ pencabangan atau spare kabel serat optik digulung dan diletakkan dekat sambungan dengan radius gulungan minimal 20 kali diameter kabel yang ditanam dengan kedalaman sama dengan kedalaman alur galian.

d.      Bila setelah penarikan kabel tidak langsung dilaksanakan penyambungan, maka ujung kabel yang akan disambung supaya diperlihatkan keatas permukaan tanah dan diberi seal/ end cap agar mudah ditemukan kembali.

e.      Teknik penarikan :
-      Penarikan kabel serat optik dilaksanakan dengan memperhatikan faktor kemudahan, keamanan dan kondisi lalu lintas pada saat itu.
-      Kabel ditarik melalui bagian bawah haspel yang ditempatkan pada trailer kemudian ujung kepala kabel ditambatkan kemudian kabel digelar dengan cara menjalankan kendaraan penarik secara pelan-pelan atau haspel dipasang diatas dongkrak yang kuat kemudian ujung kepala ditarik menjauhi haspel.
-      Untuk menghindari kerusakan kulit kabel akibat gesekan pada saat penarikan maka pada sepanjang jalur penarikan harus dipasang rol-rol kabel dengan interval jarak ± 2 meter.
-      Kabel yang sudah tergelar sepanjang alur galian kemudian dimasukan kedalam galian yang sudah diisi pasir setebal 5 cm.
-      Setelah panjang kabel cukup maka kabel dapat dipotong dan ujungnya harus ditutup/ didop dengan end cap panas kerut.
-      Pada saat penarikan kabel serat optik terutama pada alur kabel yang banyak tikungan supaya dihindari tekukan yang tajam, bending radius minimum 20 x diameter kabel.
-      Tidak diperkenanakan kabel dilucuti semua dari haspel kemudian ditanam (sistim angka delapan), karena dikhawatirkan kabel tertekuk atau melilit.

f.       Posisi kabel dalam tanah harus teratur rapi dan tidak boleh melilit dengan kabel existing, kabel PLN atau pipa PAM . Bila perlu dipilih alur lain yang relatif aman.

g.      Semua kabel serat optik tanam langsung harus masuk kedalam pipa bila :
-      Menyebrang Jalan.
        Dipakai pipa galvanis Æ 10 cm untuk lalu lintas padat atau pipa PVC Æ 10 cm tebal 5,5 cm untuk lalu lintas sedang dengan kedalaman galian ± 100 cm atau sesuai peraturan PEMDA setempat.
-      Menyebrang Parit.
        Dipakai pipa galvanis Æ 10 cm dipasang dibawah parit atau diatas parit atas izin PEMDA setempat.
-      Menyebrang Rel Kereta Api.
        Dipakai pipa galvanis Æ 10 cm dengan kedalaman  ± 100 cm atau menurut ketentuan PERUMKA.
-      Menyebrang Jalan Bebas Hambatan.
        Dipakai pipa galvanis Æ 10 cm dengan kedalaman  ± 100 cm.
-      Menyebrang Sungai.
        Pipa dipasang menempel pada sisi atau bawah jembatan, bila tidak memungkinkan dapat dibuat jembatan kabel dengan konstruksi sesuai dengan lebar bentangan sungai.
      
h.      Pada pipa galvanis/ PVC tersebut dimasukan beberapa sub-duct sebelum kabel serat optik dimasukan kedalamnya disamping itu perlu disiapkan pipa cadangan yang kosong untuk keperluan selanjutnya. Pipa pelindung yang tidak langsung dipakai maka harus ditutup stopper pada kedua ujungnya untuk mencegah masuknya tanah/ kotoran.

i.        Tenaga penarik ditentukan berdasarkan panjang rute sebagai berikut :
-      Manual, yaitu dengan tenaga manusia umumnya untuk rute duct/ jarak pendek.
-      Semi Otomatis, yaitu tenaga manusia dibantu alat penarik (tirfor) umumnya untuk rute duct/ jarak sedang.
-         Otomatis, yaitu dengan winch truk/ pulling machine umumnya untuk rute duct/ jarak jauh, pulling force minimum adalah 2000 Newton.

j.        Galian yang sudah dibuat harus segera dilaksanakan penarikan kabel (paling lambat tiga hari), setelah penarikan kabel selesai galian kabel harus segera ditutup/ ditimbun kembali dengan tahapan sebagai berikut :
-      Lakukan penimbunan pasir setinggi ± 5 cm diatas kabel.
-         Pasang batu pelindung (deskteen) diatas timbunan pasir tersebut secara berderet rapat berurutan disepanjang alur galian.
-         Pasang warning tape/Pita pengaman diatas batu pelindung (deskteen) tersebut disepanjang alur galian.
-      Timbun tanah bekas galian dengan tanah dan berangkal kemudian padatkan dengan alat pemadat.
-      Permukaan bekas galian dikembalikan lagi sama seperti semula dengan dilebihi 5 cm pada bagian atasnya (antisipasi permukaan tanah turun).
-      Untuk galian yang menyebrang jalan, timbunan bekas galian harus dilapisi aspal pada bagian atasnya. Sedangkan untuk galian di trotoar, timbunan bekas galian harus ditutup dengan tegel/ paving block yang baru dan sama dengan tegel/ paving block terpasang.

Konstruksi pemasangan kabel tanam langsung dan persaratan Pita pengaman/ warning tape seperti pada gambar 6.4 dan gambar 6.5 berikut :

Persyaratan :
·         Bahan pita      :           Plastik
·         Lebar pita       :           7 cm.
·         Tinggi hurup   :           5 cm.
·         Lebar hurup    :           3 cm.
·         Tebal hurup    :           0.5 cm.
·         Jarak antara tulisan Indonesia dan Inggris    :   1 meter (selang seling).
·         Jenis huruf     :           Arial Bold.
·         Warna huruf   :           Hitam
·       Tulisan           :          “HATI-HATI KABEL SERAT OPTIK” dan     “CAUTION OPTICAL CABLE” (bergantian)
·         Jarak antara logo Telkom      :           1 meter.
·         Ukuran logo                           :           4 x 4 cm.

k.      Setelah persiapan kabel selesai dan penempatan tenaga penarik selesai, maka penarikan kabel serat optik dapat dilaksanakan.Untuk memperlancar jalannya penarikan, maka perlu petugas pengawas dan handy talkie ditempat-tempat yang diperlukan.

l.        Pekerjaan penarikan harus dilaksanakan secara hati-hati untuk menghindari terjadinya kerusakan pada alat penarik, kabel serat optik dan tidak menimbulkan kecelakaan kerja.



m.   

Sambungan
 
Lubang galian tempat penyambungan harus diberi tanda agar sambungan mudah ditemukan, adapun ukuran tanda tersebut sebagai berikut :
n.      Bila pada alur galian terdapat lebih dari 1 (satu) kabel serat optik yang perlu dipasang maka penarikan kabel serat optik dilaksanakan sekaligus.

o.      Sisa bekas galian (setelah sebagian digunakan untuk penimbunan kembali) wajib dipindahkan atau dibuang paling lambat 3 (hari) setelah pekerjaaan di tempat tersebut selesai.

6.5       Instalasi Kabel Udara


6.5.1    Persiapan pemasangan kabel udara

a.    Persiapkan alat dan bahan sebagai berikut :
-      Alat untuk membuat lubang sebagai tempat berdirinya tiang seperti linggis atau bor tanah
-      Tiang Besi (STEL-L-003, 018, 019 dan 020) atau Tiang Beton (STEL-L-022, 023 dan 024).
-      Alat untuk menaikan kabel keatas truk seperti tali dan papan peluncur atau katrol atau fork lift atau truk khusus yang dapat menaikkan, menurunkan, mengangkut kabel dan sebagai jack drum.
-      Alat untuk penarikan kabel seperti dongkrak haspel, alat penarik kabel, rambu-rambu lalu lintas dan alat pengaman lainnya.
-      Alat pengangkut personil dan material.
-      Alat komunikasi (Handy Talkie).

b.    Buat lubang galian di pinggir jalan/ trotoar untuk penanaman tiang sedalam 1/5 panjang tiang dengan diameter lubang sama dengan diameter tiang ditambah 5 cm sekelilingnya, dengan mempertimbangkan :
-      Lokasi tiang tidak boleh mengganggu pejalan kaki/ kendaraan.
-      Penempatan tiang diatur sedemikian rupa agar tidak mengganggu estetika pemandangan/ keindahan kota.
-      Jarak antar tiang ± 50 meter.

c.    Tiang didirikan tegak lurus di tengah-tengah lobang , kemudian lobang ditimbun dengan tanah galian dan dipadatkan.

d.      Tiang dicat dengan cat besi warna hitam dan ban warna perak, untuk mencegah korosi bagian tiang yang berada 30 cm diatas dan dibawah permukaan tanah harus dicor beton (voetstuk). Bagian voetstuk yang ada diatas permukaan tanah diplester halus dan permukaan atasnya dibuat miring dengan kemiringan 15 derajat.

e.    Pasang temberang pada :
-      Tiang awal dan akhir dari rute kabel udara.
-      Tiang rute kabel udara dengan sudut tikungan lebih besar 15 derajat.
-      Tiang rute lurus dengan beban cukup berat dan sering teganggu oleh angin kencang pada setiap 5 (lima) gawang atau sesuai kebutuhan.

       Pemasangan temberang dapat dipilih dari 3 (tiga) jenis temberang yang ada yaitu temberang tarik, temberang sokong dan temberang labrang, cara pemasangan temberang dapat mengacu kepada PPJT 2000–1 (JARLOKAT)/18 Desember 2000, Nomor Dokumen : PED T-005-2000.

f.     Periksa haspel dari kabel serat optik  yang akan dipasang agar sesuai dengan gambar/ section dari rute yang direncanakan.

g.    Naikkan haspel tersebut keatas alat pengangkut kemudian kirim ke lokasi, tempatkan pada tempat yang aman untuk persiapan penarikan.

h.    Buka tutup haspel dengan hati-hati agar kabel serat optik didalamnya tidak rusak, lalu bersihkan paku yang menancap dan material lainnya agar tidak membahayakan dan tidak mengganggu putaran haspel.

i.        Haspel habis pakai maupun yang masih berisi kabel serat optik harus diamankan agar tidak menggelinding.

6.5.2    Pemasangan kabel udara
           
a.    Kabel udara dapat dipasang pada tiang baru maupun tiang lama (existing), bila mempergunakan tiang existing perlu diperhitungkan besarnya gaya rentang kabel tersebut ditambah gaya rentang kabel existing.

b.    Penambatan kabel udara pada tiang disesuaikan dengan kondisi di lapangan yaitu :
-      Cara gantung
        dipergunakan pada rute lurus, jarang terjadi angin kencang dan jarak antar tiang antara 40 m sampai 50 m.
-      Cara tambat
        dipergunakan pada rute belok/ menikung atau rute lurus dengan jarak antar tiang lebih dari 50 m. Penambatan dilakukan dengan mempergunakan alat bantu khusus dan diusahakan tidak memotong kawat penggantung (bearer).
-      Cara tambat awal/ akhir
        dipergunakan pada tiang DP (Distribution Point), pada tiang sambungan peralihan antara kabel tanah dan kabel udara atau kabel udara dengan kabel udara.

c.    Semua penjepit kabel udara (klem “J”) harus terpasang lebih dahulu pada setiap tiang yang akan dipakai sebagai tumpuan dalam penarikan.

d.    Pada setiap tiang harus dipasang rol kabel guna memperlancar jalannya penarikan, disamping untuk menghindari terjadinya gesekan kabel dengan klem penjepit atau benda keras lainnya.

e.    Tempatkan haspel sedemikian rupa pada tempat yang paling mudah dalam penarikan, kemudian ujung kabel dikupas sepanjang 25 cm dan diambil bearernya kemudian sambungkan dengan tali penarik dan alat anti pulir.

f.     Pasang tali penarik pada rol kabel kemudian kabel udara ditarik melalui rol kabel tersebut, panjang satu kali penarikan maksimum 1 (satu) km.

g.    Alat/ tenaga penarik ditentukan berdasarkan panjang rute sebagai berikut :
-      Tenaga manusia semuanya untuk rute/ jarak pendek.
-      Tenaga manusia dan alat bantu penarik (Tirfor) untuk rute/ jarak sedang.
-      Dengan winch truk/ pulling machine untuk rute/ jarak jauh, pulling force minimum adalah 2000 Newton.
       pada tiang antara dapat pula dipasang penarik antara (intermediate puller) untuk meringankan penarikan.

h.    Setelah selesai penarikan buat tambat awal/ akhir dengan mempergunakan track tang dan pasangkan span wartel (pengatur lentur kabel), sedangkan pada tiang antara kencangkan kabel dengan cara menjepitkan bearer pada klem penjepit “J”.

i.      Atur  kelenturan kabel sebesar 2 % dari lebar gawang dengan memperhatikan kerapihan dan faktor-faktor sebagai berikut :
-      Batas putus gaya tegangan (breaking tension) dari kawat penggantung (bearer).
-      Berat dari kabel udara (kg/ m) termasuk kawat penggantung.
-      Gaya tegangan tambahan seperti beban angin dan batas panjang gawang (critical span).

j.      Buat spare sepanjang 5 meter pada masing-masing ujung kabelnya untuk penyambungan, setelah panjang kabel cukup maka kabel dapat dipotong.

k.    Slack dari sambungan/ pencabangan atau spare kabel serat optik digulung dan dipasang pada tiang dengan radius gulungan 20 kali diameter kabel yang dipasang.

l.      Bila setelah penarikan tidak langsung dilaksanakan penyambungan, maka ujung kabel diamankan dari gangguan dan ujungnya harus ditutup/ didop dengan end cap panas kerut.

m.   Teknik penarikan :
-      Penarikan kabel serat optik dilaksanakan dengan memperhatikan faktor kemudahan, keamanan dan kondisi lalu lintas pada saat itu.
-         Kabel ditarik melalui bagian bawah haspel yang ditempatkan pada trailer kemudian ujung kepala kabel ditambatkan kemudian kabel digelar dengan cara menjalankan kendaraan penarik secara pelan-pelan (metode drive off routes) atau haspel dipasang diatas dongkrak yang kuat kemudian ujung kepala ditarik menjauhi haspel (metode back pull routes).


-         Pada saat penarikan kabel serat optik terutama pada alur kabel yang banyak tikungan supaya dihindari tekukan yang tajam, bending radius minimum 20 x diameter kabel.

n.     Posisi kabel harus teratur rapi pada tiang tidak boleh melintir atau melilit dengan kabel existing.

o.     Apabila kabel serat optik menyebrang jalan raya, menyebrang sungai atau menyebrang rel kereta api maka pemasangannya pada tiang dengan cara ditambat dan dilengkapi temberang serta tidak boleh ada sambungan.

p.     Sudut penyeberangan diatur sedemikian rupa sehingga lintasan kabel yang menyebrang sependek mungkin, tinggi rute kabel udara diatas jalan raya dan diatas sungai minimal 6 meter atau sesuai peraturan PEMDA setempat sedangkan untuk rute diatas rel kereta api minimal 7,5 meter atau menurut ketentuan PERUMKA.

q.     Untuk rute kabel udara yang berada dibawah saluran listrik tegangan tinggi maka disarankan dipilih kabel udara yang sedikit mengandung unsur metallic dan perlu memperhatikan keselamatan kerja.

r.      Setelah persiapan kabel selesai dan penempatan tenaga penarik selesai, maka penarikan kabel serat optik dapat dilaksanakan.Untuk memperlancar jalannya penarikan, maka perlu petugas pengawas dan handy talkie ditempat-tempat yang diperlukan.

s.     Pekerjaan penarikan harus dilaksanakan secara hati-hati untuk menghindari terjadinya kerusakan pada alat penarik, kabel serat optik dan menghindari kecelakaan kerja.

6.6       Instalasi Kabel Indoor


6.6.1    Persiapan pemasangan kabel indoor

a.    Persiapkan alat dan bahan sebagai berikut :
-      Alat pemasangan kabel indoor seperti tangga, bor dan toolkit lainnya.
-      Alat komunikasi (Handy Talkie).
-      Paku klem atau pita pengikat.
-      Kabel tray.
-      Pipa PVC sesuai dengan ukuran kabel.

b.    Buat alur kabel dengan memperhatikan faktor-faktor sebagai berikut :
-      Alur kabel tidak boleh mengganggu keindahan pemandangan.
-      Alur kabel tidak boleh dekat sumber api/ panas.
-      Alur kabel tidak boleh mengganggu lalu lintas orang.
-      Mudah dalam pemasangan.

c.    Pemasangan kabel serat optik indoor dapat dilakukan dengan 2 (dua) cara yaitu instalasi tanam atau instalasi tempel. Instalasi tanam yaitu instalasi kabel dengan menggunakan pipa yang ditanam pada dinding atau lantai bangunan, sedangkan instalasi tempel yaitu instalasi kabel yang menggunakan pipa atau kabel tray yang ditempelkan pada dinding, plafond atau rangka bangunan.

d.    Pada keadaan ruangan yang tidak memungkinkan dalam suatu bangunan dapat digunakan instalasi kombinasi antara tanam dan tempel, intalasi kabel serat optik indoor secara umum dapat mengacu kepada Pedoman Instalasi Kabel telepon Rumah/ Gedung (TEK-IKR-001) dan Liberalisasi Terminal dan Instalasi Kabel Rumah (KR11/HK220/OPSAR-12/95).

e.    Pemasangan kabel tray maupun pipa didalam gedung harus dihindari rute yang menyudut terlalu tajam, pada belokan harus dibuat lengkungan sebesar 20 kali diameter kabel.

f.     Periksa haspel dari kabel serat optik  yang akan dipasang agar sesuai dengan gambar/ section dari rute yang direncanakan kemudian kirim ke lokasi dan tempatkan pada tempat yang aman untuk persiapan penarikan.

g.    Buka tutup haspel dengan hati-hati agar kabel serat optik didalamnya tidak rusak, lalu bersihkan paku yang menancap dan material lainnya agar tidak membahayakan dan tidak mengganggu putaran haspel.

h.    Haspel habis pakai maupun yang masih berisi kabel serat optik harus diamankan agar tidak menggelinding.


6.6.2    Pemasangan kabel indoor
           
a.    Instalasi Tanam.
-      Tanam pipa pada dinding atau lantai bangunan.
-      Atur jarak antara rute kabel serat optik indoor dengan instalasi listrik minimal 30 cm.
-      Pada rute membelok pasang pipa plastik elastis.
-      Masukan kabel pemancing kedalam pipa kemudian ujungnya sambungkan dengan kabel.
-      Tarik kabel pemancing sehingga kabel masuk kedalam pipa.
-      Kabel yang dipasang didalam pipa hindari kerusakan kulit kabel akibat gesekan pada saat penarikan.
-      Setelah panjang kabel cukup maka kabel dapat dipotong dan ujungnya diamankan.

b.    Instalasi Tempel
-      Pasang pipa atau tray pada dinding bangunan.
-      Pada rute membelok pasang pipa plastik elastis.
-      Masukan kabel pemancing kedalam pipa kemudian ujungnya sambungkan dengan kabel.
-      Tarik kabel pemancing sehingga kabel masuk kedalam pipa.
-      Kabel yang dipasang pada tray harus diklem atau diikat setiap 50 cm bila dipasang vertikal dan setiap 100 cm bila dipasang horizontal.
-      Kabel yang dipasang didalam pipa hindari kerusakan kulit kabel akibat gesekan pada saat penarikan.
-      Setelah panjang kabel cukup maka kabel dapat dipotong dan ujungnya diamankan.


0 komentar:

Poskan Komentar