Another Source

Jumat, 03 Februari 2012

Instalasi Grounding, Kabel Antenna Microwave, Jenis-Jenis Grounding


                                                                                            I.        INSTALASI GROUNDING


a.    Siapkan material dan bahan yang akan di gunakan, yaitu Elektroda, berupa tembaga atau besi penghantar lainnya. Tembaga ini dikubur dalam posisi vertikal ke dalam tanah yang lembab dengan menggunakan palu. Dengan kedalaman tembaga semakin dalam adalah lebih baik. Bahan lainya adalah kabel dengan spesifikasi minimum kabel dengan ukuran 2,5” yang dihubungkan dengan aliran grounding instalasi rumah.
b.    Bor tanah di tepi bangunan yang akan di grounding.
c.    Masukkan pipa ledeng ke dalam lubang tersebut.
d.    Pasang kabel tembaga khusus ground, dengan dibagian ujungnya dipasang terlebih dahulu batang tembaga sepanjang kurang lebuh 1 – 1,5 meter.
e.    Masukkan batang tembaga ke dalam lubang sampai dasar lubang.
f.     Sisa kabel tembaga yang masih tampak di bagian ujung lubang di permukaan tanah segera dihubungkan dengan kabel ground yang berasal dari peralatan yang akan di grounding.
g.    Agar ujung kabel ground tersebut tidak goyang, ada baiknya ujung lubang ground tersebut ditutup dengan semen sehingga hanya tampak ujung kabel tembaga saja di atasnya.


                                                                                    II.        KABEL ANTENA MICROWAVE

Coaxial Cable (Kabel Coaxial)  adalah suatu jenis kabel yang menggunakan dua buah konduktor. Pusatnya berupa inti kawat padat yang dilingkupi oleh sekat yang kemudian dililiti lagi oleh kawat berselaput konduktor. Jenis kabel ini biasa digunakan untuk jaringan dengan bandwith yang tinggi. Kabel coaxial mempunyai pengalir tembaga di tengah (centre core). Lapisan plastik (dielectric insulator) yang mengelilingi tembaga berfungsi sebagai penebat di antara tembaga dan “metal shielded“. Lapisan metal berfungsi untuk menghalang sembarang gangguan luar dari lampu kalimantang, motors, and perlatan elektonik lain. Lapisan paling luar adalah lapisan plastik yang disebut Jacket plastic. Lapisan ini berfungsi seperti jaket yaitu sebagai pelindung bagian terluar. Kabel coaxial diselimuti oleh beberapa pelindung diantaranya pelindung luar, pelindung anyaman tembaga, dan isolator pelasting, dimana pelindung-pelindung tersebut memiliki fungsi sebagai berikut :

§  Pelindung luar ini adalah bagian dari pelindung yang keras. Pelindung luar ini digunakana untuk melindungi kabel coaxial dari benturan phisik yang keras dan juga untuk melindungi dari gangguan hewan-hewan pengerat (sehingga bahannya biasanya dibuat dari bahan yang tidak disukai oleh hewan pengerat seperti tikus).
§  Pelindung berupa anyaman serat tembaga; untuk melindungi kabel dari EMI (ElectroMagnetic Interference) yang dihasilkan oleh kabel-kabel yang berada di sekitarnya, sehingga dapat menghasilkan kecepatan transmisi yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan kabel twisted-pair (yang sangat rentan terhadap interfensi dari luar kabel).
§  Isolator pelastik untuk membantu menfilter sinyal-sinyal interferensi dari luar kabel sehingga inti kabel dapat dibuat bebas dari sinyal interferensi dari luar
Jenis Coaxial Cable
Jenis-jenis Coaxial Cable dikenal ada dua jenis, yaitu thick coaxial cable (mempunyai diameter lumayan besar) dan thin coaxial cable (mempunyai diameter lebih kecil).
ü  Thick Coaxial Cable
Kabel coaxial memiliki ukuran yang bervariasi. Diameter yang terbesar ditujukan untuk penggunaan kabel backbone Ethernet karena secara histories memiliki panjang transmisi dan penolakan noise yang lebih besar. Kabel coaxial ini seringkali dikenal sebagai thicknet. Adapun aturan  spesifikasinya yaitu sebagai berikut:
Ø  Maksimum panjang kabel per segment adalah 1.640 feet (atau sekitar 500 meter).
Ø  Maksimum jarak antar segment adalah 4.920 feet (atau sekitar 1500 meter).
Ø  Setiap segment harus diberi ground.
Ø  Jarang maksimum antara tap atau pencabang dari kabel utama ke perangkat (device) adalah 16 feet (sekitar 5 meter).
Ø  Jarak minimum antar tap adalah 8 feet (sekitar 2,5 meter)
ü  Thin Coaxial Cable
Kabel coaxial jenis ini, misalnya jenis RG-58 A/U atau C/U, jika diimplementasikan dengan Tconnector dan terminator dalam sebuah jaringan, harus mengikuti aturan sebagai berikut:
Ø  Setiap ujung kabel diberi terminator 50-ohm.
Ø  Panjang maksimal kabel adalah 1,000 feet (185 meter) per segment.
Ø  Setiap segment maksimum terkoneksi sebanyak 30 perangkat jaringan (devices)
Ø  Kartu jaringan cukup menggunakan transceiver yang onboard, tidak perlu tambahan transceiver, kecuali untuk repeater.
Ø  Maksimum ada 3 segment terhubung satu sama lain (populated segment).
Ø  Setiap segment sebaiknya dilengkapi dengan satu ground.
Ø  Panjang minimum antar T-Connector adalah 1,5 feet (0.5 meter).
Ø  Maksimum panjang kabel dalam satu segment adalah 1,818 feet (555 meter).
Ø  Setiap segment maksimum mempunyai 30 perangkat terkoneksi
                                                                                      III.        JENIS – JENIS GROUNDING

Ë Pada dasarnya ada tiga (3) jenis grounding system, yaitu:

o   Safety ground, ini untuk daya listrik berteganggan tinggi (PLN)
o   Lightning ground, ini untuk menyalurkan petir ke tanah.
o   RF ground, ini untuk grounding sinyal RF (radio).

Ë Berbagai macam type grounding, yaitu:
  • Ground Rod,  tipe grounding yang terbuat dari kuningan untuk ground yang terhubung ke tanah dan dilengkapi dengan bak control (untuk pengukuran)

  • Elektroda Pita, system grounding yang menggunakan dasar plat tembaga sebagai elektroda pita yang dihubungkan dengan kabel dengan bak control

  • Elektroda Plat, system grounding yang menggunakan plat tembaga sebagai elektroda platnya yang dihubungkan dengan kabel ke bak control.
§  Integrasi Grounding


0 komentar:

Posting Komentar