Another Source

Jumat, 03 Februari 2012

Pengidentifikasian Panggilan dan Base Station (Jalur Downlink)


IS-95 menggunakan beberapa deretan sinyal yang berbeda untuk mengenali suatu panggilan tertentu. Beberapa deretan ini secara unik dapat mengenali pelayanan dari suatu base station, sedanglan deretan lainnya dapat digunakan untuk mengenali suatu panggilan yang dilayani oleh base station tersebut. Deretan unjtuk pengidentifikasian base station disusun dengan menggunakan deretan Pseudo Noise (PN) dengan titik awal (starting point) yang berbeda (PN-1,PN-2,…). Suatu panggilan yang berada dalam suatu sel tertentu menggunakan suatu deretan pendek yang dinamakan Fungsi Walsh (W1,W2,…). Deretan ini bersifat unik dan tidak terbatas penggunaannya dalam satu sel saja (reused).

9.1. Menggunakan Fungsi Walsh dan Kode Offset pada Downlink
Fungsi Walsh berfungsi dalam mengeliminasi interferensi akses jamak yang terjadi antara sesame pengguna jasa dalam satu sel untuk jalur downlink dengan menggunakan kombinasi transmitter / receiver (lihat gambar 13 dan 14). Pada downlink, semua fungsi walsh pada sel yang sama akan disinkronkan dan memiliki korelasi nol (Zero Correlation) antara satu dengan yang lainnya.


Proses:
-          Data input dari penggunan, berupa sinyal digital pembicaraan, akan dikalikan dengan suatu fungsi Walsh orthogonal.
-          Dalam Standar IS-95 digunakan 64 fungsi Walsh orthogonal yang pertama.
-          Data tersebut kemudian ditebarkan (spread) dengan menggunakan kode PN dari base station dan ditransmisikan dengan suatu carrier.
-          Pada penerima (mobile receiver),pengalian oleh suatu kode PN yang telah disinkronkan (untuk home call) setelah sinyal carrier dipisahkan, akan mengubah transmisi dari sel lainnya sehingga tidak terjadi interferensi terhadap sinyal dan base station yang bersangkutan dapat melakukan transmisi yang diinginkan.
-          Pengalian oleh kode PN yang telah disinkronkan untuk suatu pengguna tertentu akan menghilangkan interferensi akibat transmisi dari base station je pengguna lainnya dalam sel yang sama.



Fungsi Walsh yang dibahas di sini tidak digunakan untuk mengidentifikasi pada jalur uplink, karena setiap penerima dalam satu  sel mengalami delay yang berbeda dan fungsi Walsh yang diterima tidak akan mengalami sinkronisasi. Fungsi Walsh yang telah bergeser terhadap waktu ( mengalami delay) tidak selalu menghasilkan zero relasi.

9.2. Fungsi Walsh untuk mengidentifikasi suatu panggilan
Bentuk dari suatu Fungsi Walsh adalah kumpulan dari gelombang persegi yang hanya memiliki 2 nilai, yaitu +1 dan -1. Fungsi ini hanya berlaku untuk suatu interval waktu yang terbatas, yang disebut Time Base (T) . Urutan pada Fungsi Walsh didasarkan pada jumlah Zero Crossing (titik-titik dalam fungsi yang bernilai 0) dalam suatu time base (lihat gambar). Jadi Walsh-4 mengandung arti bahwa Fungsi Walsh tersebut memiliki 4 Zero crossing.
Sifat dari fungsi ini terdiri dari 2, yaitu :
-          Ortogonal
Fungsi ini bersifat orthogonal jika memenuhi syarat :


9.3. Kode PN Offset untuk Identifikasi Base Station
Setiap Base Station akan menggunakan kode PN yang sama namun dengan offset yang berbeda-beda. Karena memiliki perbedaan offset maka kode-kode ini akan memiliki korelasi yang kecil antarsatu dengan yang lainnya. Suatu unit mobil dapat mengidentifikasi base station yang melayaninya dengan cara mencari offset yang cocok dengan yang diberi oleh base station. Di bawah ini contoh kode PN yang berbeda offsenya:







0 komentar:

Posting Komentar